Ketahui Prinsip Utama Asuransi Agar Tidak Gagal Klaim

Asuransi adalah sebuah perjanjian antara perusahaan asuransi dan seseorang atau badan usaha yang mengharuskan pembayaran premi untuk mendapatkan perlindungan finansial dalam bentuk ganti rugi dari kerugian atau kerusakan yang terjadi pada aset atau kesehatan mereka. Asuransi dapat melindungi individu atau badan usaha dari berbagai risiko, seperti kecelakaan, penyakit, kerusakan properti, dan kerugian keuangan lainnya. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli asuransi ada baiknya Anda mengetahui prinsip utama asuransi agar tidak gagal klaim nantinya. 

 

Pelajari Polis Sebelum Membeli Asuransi

Asuransi adalah sebuah perjanjian antara perusahaan asuransi dan seseorang atau badan usaha yang mengharuskan pembayaran premi untuk mendapatkan perlindungan finansial dalam bentuk ganti rugi dari kerugian atau kerusakan yang terjadi pada aset atau kesehatan mereka. Asuransi dapat melindungi individu atau badan usaha dari berbagai risiko, seperti kecelakaan, penyakit, kerusakan properti, dan kerugian keuangan lainnya.

Sangat dianjurkan bagi seseorang untuk mempelajari polis sebelum membeli asuransi. Polis adalah kontrak antara pemegang polis dan perusahaan asuransi yang mengatur ketentuan dan persyaratan dari asuransi tersebut, termasuk jenis perlindungan yang diberikan, premi yang harus dibayarkan, serta kondisi dan batasan perlindungan.

Dengan mempelajari polis sebelum membeli asuransi, seseorang dapat memahami dengan lebih baik risiko apa yang dilindungi, bagaimana klaim dapat diajukan, dan bagaimana batasan perlindungan yang diberikan. Hal ini dapat membantu seseorang memilih produk asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggarannya. Selain itu, Anda juga harus mengerti apa itu prinsip asuransi agar tidak terjadi gagal klaim di kemudian hari. 

Prinsip Utama Asuransi

Ada beberapa prinsip asuransi yang mendasari industri asuransi, di antaranya:

1. Prinsip keadilan dan saling membantu

Prinsip keadilan dan saling membantu adalah prinsip utama dalam industri asuransi. Melalui prinsip ini, peserta asuransi menyetujui untuk membayar premi sebagai imbalan atas perlindungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Dalam kondisi yang sama, perusahaan asuransi setuju untuk memberikan perlindungan bagi pemegang polis jika terjadi kerugian atau kerusakan pada aset yang diasuransikan.

Prinsip keadilan dan saling membantu dalam asuransi didasarkan pada konsep gotong-royong dan solidaritas sosial. Peserta asuransi membayar premi untuk mengurangi risiko finansial yang mungkin timbul dari kejadian yang tidak terduga, seperti kecelakaan atau penyakit, dan mengalihkan risiko tersebut pada perusahaan asuransi. Dalam hal ini, peserta asuransi yang tidak mengalami kerugian juga memberikan kontribusi pada peserta asuransi lain yang mengalami kerugian.

2. Prinsip ganti rugi yang wajar

Prinsip ganti rugi yang wajar adalah prinsip dalam asuransi yang menyatakan bahwa asuransi memberikan ganti rugi yang seimbang dan wajar sesuai dengan kerugian atau kerusakan yang dialami oleh pemegang polis. Artinya, perusahaan asuransi harus memberikan pembayaran yang proporsional dengan nilai kerugian atau kerusakan yang terjadi, dan tidak boleh memberikan pembayaran yang berlebihan atau tidak memadai.

Prinsip ini menjadi sangat penting karena ketika suatu peristiwa yang merugikan terjadi pada pemegang polis, perusahaan asuransi harus memastikan bahwa pembayaran ganti rugi yang diberikan cukup untuk mengganti kerugian atau kerusakan tersebut. Namun, perusahaan asuransi juga harus memastikan bahwa pembayaran yang diberikan tidak melebihi nilai kerugian atau kerusakan yang sebenarnya terjadi, karena hal ini dapat menyebabkan keuntungan yang tidak wajar bagi pemegang polis dan merugikan perusahaan asuransi.

3. Prinsip tentang kejadian yang tidak pasti dan tidak dapat diprediksi

Prinsip asuransi harus didasarkan pada kejadian yang tidak pasti dan tidak dapat diprediksi adalah prinsip utama dalam industri asuransi. Prinsip ini mengandalkan konsep ketidakpastian, di mana perusahaan asuransi memberikan perlindungan kepada pemegang polis untuk mengurangi risiko keuangan dari peristiwa yang tidak dapat diprediksi, seperti kecelakaan, penyakit, atau kerusakan properti.

Dalam hal ini, prinsip ini sangat penting karena asuransi bukanlah instrumen investasi, melainkan alat untuk melindungi dari risiko finansial. Jadi, prinsip asuransi harus didasarkan pada kejadian yang tidak dapat diprediksi dan tidak pasti, dan tidak boleh didasarkan pada kejadian yang pasti atau dapat diprediksi. Oleh karena itu, asuransi hanya berlaku untuk peristiwa yang tidak terduga dan tidak dapat diprediksi.

4. Prinsip diversifikasi risiko

Prinsip diversifikasi risiko adalah prinsip dalam asuransi yang mengatakan bahwa perusahaan asuransi harus membagi risiko yang dihadapi dengan memiliki banyak pemegang polis yang berbeda dengan karakteristik risiko yang berbeda pula. Prinsip ini juga dikenal sebagai prinsip "tidak menaruh telur dalam satu keranjang", yang berarti perusahaan asuransi tidak boleh menempatkan semua risiko di satu pemegang polis atau satu jenis produk asuransi.

Dengan membagi risiko di antara banyak pemegang polis, perusahaan asuransi dapat mengurangi risiko konsentrasi dan meningkatkan kestabilan keuangan mereka. Jika terjadi kejadian yang besar yang merugikan salah satu pemegang polis, perusahaan asuransi masih dapat membayar ganti rugi yang adil karena risiko telah tersebar di antara banyak pemegang polis.

5. Prinsip insurable interest

Prinsip insurable interest adalah prinsip dalam asuransi yang menuntut bahwa pemegang polis harus memiliki kepentingan insurable atau kepentingan yang dapat diasuransikan pada properti atau orang yang dijamin oleh polis asuransi. Artinya, pemegang polis harus memiliki kepentingan finansial atau properti yang dijamin oleh polis asuransi sehingga mereka dapat membuktikan kerugian finansial jika terjadi kejadian yang tidak terduga.

Prinsip ini menjamin bahwa pemegang polis hanya akan membeli asuransi untuk properti atau orang yang benar-benar memiliki nilai bagi mereka dan menghindari pemegang polis yang tidak memiliki kepentingan insurable terhadap properti atau orang yang dijamin, seperti asuransi kebakaran pada properti yang tidak dimilikinya.

6. Prinsip good faith

Prinsip good faith, atau kejujuran dan kesetiaan, adalah prinsip fundamental dalam asuransi yang menuntut bahwa semua pihak yang terlibat dalam perjanjian asuransi harus bertindak dengan kejujuran dan saling mempercayai. Prinsip ini berlaku bagi perusahaan asuransi dan pemegang polis, serta agen asuransi yang bertindak sebagai perantara.

Dalam konteks asuransi, prinsip good faith menuntut bahwa semua informasi yang diberikan oleh pemegang polis harus benar dan lengkap, dan bahwa perusahaan asuransi harus menyediakan informasi yang jelas dan akurat tentang produk asuransi yang ditawarkan. Prinsip ini juga menuntut bahwa semua klaim harus diajukan dengan jujur dan bahwa perusahaan asuransi harus membayar klaim yang sah dengan cepat dan adil.

7. Prinsip subrogasi

Prinsip subrogasi adalah prinsip dalam asuransi yang memberikan hak kepada perusahaan asuransi untuk mengambil alih hak pemegang polis atas klaim yang telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. Dalam konteks asuransi, subrogasi mengacu pada hak perusahaan asuransi untuk mengambil alih hak klaim pemegang polis setelah perusahaan asuransi membayar klaim kepada pemegang polis.

Misalnya, jika seseorang mengalami kerugian dalam kecelakaan mobil dan memiliki asuransi mobil, perusahaan asuransi akan membayar klaim kepada pemegang polis untuk kerusakan pada mobil tersebut. Setelah membayar klaim, perusahaan asuransi memiliki hak untuk mengambil alih hak klaim pemegang polis terhadap pihak ketiga yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, seperti pengemudi lain yang menyebabkan kecelakaan. Dengan melakukan hal ini, perusahaan asuransi dapat memulihkan kerugian yang mereka tanggung melalui klaim pemegang polis.

 

Ketika prinsip-prinsip ini diikuti dan dijalankan dengan benar, asuransi dapat memberikan perlindungan yang baik dan efektif bagi pemegang polis dan perusahaan asuransi.